Tempat Wisata di Lembang Bandung

Seputar Tempat Wisata di Lembang Bandung

Wisata di Lembang Bandung – Siapa yang tidak kenal dengan kota Bandung? Kota Bandung yang dikenal juga dengan sebutan Paris van Java sejak jaman penjajahan Belanda dulu juga memiliki sebutan lain, yaitu kota kembang. Apabila kita bertandang k ekota Bandung, maka sebagian besar dari kita juga pasti akan berkunjung ke Lembang, yang secara administrative terletak di bagian barat kota tercinta ini. Namun banyak orang juga yang mengira bahwa sebenarnya Lembang ini terletak di daerah Bandung utara.

Nah, jika selama ini kalian selalu mengunjungi tempat-tempat wisata Bandung barat yang juga tidak kalah menarik dan eksotis dengan yang terletak di bagian selatan, kini tidak ada salahnya jika sekali-kali kita juga menikmati objek-objek wisata yang terletak di wilayah Lembang, Bandung.

Ada beragam tempat wisata di Lembang yang cukup popular saat ini, dan nyaris kesemuanya terletak di daerah yang cukup berdekatan satu dengan yang lainnya. Hal inilah sebenarnya yang mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan Setiabudi dan jalan Raya Lembang nyaris di setiap akhir pecan dan hari libur nasional. Jadi jika anda berniat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Lembang, ada baiknya jika anda meluangkan waktu di hari biasa atau hari kerja di mana lalu lintas sangat lancer dan jauh dari kemacetan.

tempat wisata di lembang bandung

Namun karena satu dan lain hal, kebanyakan dari para wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat wisata di Lembang ini justru bertandang pada hari libur sehingga tidak mengherankan jika ada begitu panjang antrian yang mengular bahkan hingga berkilo-kilo meter panjangnya setiap masa liburan tiba. Kesemuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengunjungi tempat wisata di Lembang, Bandung.

Nah, kini mari kita mengulas satu per satu tempat-tempat wisata di Lembang apa saja yang menarik dan popular dan patut untuk dikunjungi saat liburan tiba.

Tempat Wisata di Lembang Bandung – Dari Kuliner, Selfie, hingga Romantisme

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, Lembang terletak di dataran tinggi, yaitu di antara 1.300 meter hingga 2.100 meter di atas permukaan laut. Hal ini menyebabkan udara di sekitar Lembang selalu terasa sejuk. Dan hal ini juga lah yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan, khususnya yang berasal dari dataran rendah nan panas seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Mereka berbondong-bondong nyaris pada setiap hari liburan tiba pergi ke Lembang dan menyebabkan antrian panjang kendaraan nyaris di setiap tempat wisata di Lembang, Bandung. Namun karena hal ini jugalah maka tingkat ekonomi penduduk sekitar menjadi meningkat.  Sekarang mari kita bahas tempat-tempat wisata di Lembang apa saja yang menarik dan layak untuk disinggahi.

  1. Gunung Tangkuban Perahu

Sudah bukan rahasia umum bahwa gunung yang satu ini memang merupakan daya tarik wisatawan yang paling popular di daerah Lembang. Terletak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Bandung, tempat yang satu ini dapat ditempuh sekitar 1 jam  dengan berkendara dalam keadaan lalu lintas normal (di pagi hari).

Lalu apa saja daya tarik gunung yang satu ini hingga menarik wisatawan hingga ribuan orang setiap masa liburan tiba? Selain pemandangan alamnya yang luar biasa indah, di sini kita juga dapat membeli aneka ragam cendera mata seperti gantungan kunci, t-shirt, aneka hiasan dinding buatan tangan (handmade), magnet kulkas, dan kerajinan tangan lainnya. Sekedar tips bagi kalian yang berniat untuk berbelanja di sini. Jangan lupa untuk selalu menawar barang yang kalian minati atau jangan ragu untuk membandingkan harga di tempat yang satu dengan di tempat lainnya. Sekedar patokan, pada saat artikel ini dibuat, harga 1 pak (bungkus) magnet kulkas yang berisi beberapa buah adalah Rp 20.000 untuk per bungkus. Kalian dapat mendapatkan harga yang lebih murah dari ini juga kebetulan berkunjung pada saat bulan Ramadhan di mana tidak ada banyak pengunjung y ang bertandang ke gunung Tangkuban Perahu.

Tiket masuk wisatawan lokal di hari biasa adalah Rp 20.000 per orang, dan di hari libur nasional termasuk juga hari Sabtu dan hari Minggu adalah Rp 30.000. Sedangkan tiket masuk wisatawan asing di hari biasa adalah Rp 200.000 dan di hari libur adalah Rp 300.000. Itu belum termasuk tiket masuk kendaraan roda empat sebesar Rp 25.000 di hari biasa dan Rp 35.000 di hari libur. Akan tetapi jika kalian bermaksud untuk ke sana dengan menggunakan bis pariwisata, maka tiket masuk untuk bis adalah Rp 110.000 di hari biasa dan Rp 150.000 di hari libur.

Daya tarik lain dari tempat ini adalah Kawas Upas. Ini sebenarnya merupakan tempat yang paling menarik di gunung Tangkuban Perahu ini. Karena di sinilah kita bisa merebus telur mentah menjadi telur matang di air mendidih yang terdapat di kawah-kawah aktif di sana. Sungguh menarik, bukan? Akan tetapi untuk menuju ke tempat ini kita diharuskan membayar biaya tambahan tour guide yang akan membimbing kita ke Kawah Upas sebesar Rp 150.000. Sungguh bukan harga yang murah. Biasanya untuk menuju ke tempat ini adalah dari puncak (atas) Tangkuban Perahu dan pintu keluarnya adalah di lereng (bawah) gunung. Namun penulis pernah menelusuri jalan masuk ke Kawah Upas dari lereng bawah yang ternyata waktu tempuhnya lebih cepat dan medannya pun tidak sesulit dibandingkan jika kita masuk dari atas gunung yang curam dan licin, terutama di musim hujan.

Jam buka Gunung Tangkuban Perahu adalah dari pukul 7 pagi hingga 5 sore.

  1. Floating Market

Floating Market merupakan tempat wisata berikutnya yang nyaris selalu padat dipenuhi pengunjung saat liburan tiba. Tempat wisata di Lembang Bandung ini terletak hanya sekitar 20 menit berkendara dari gunung Tangkuban Perahu. Pada saat artikel ini dibuat, tiket masuk per orang adalah Rp 20.000. Dan tiket masuk ini dapat ditukarkan dengan minuman gratis di dalam yang dapat kita pilih, mulai dari Milo, air jeruk, dan kopi.

Daya tarik utama di tempat ini adalah bahwa kita dapat membeli aneka macam makanan dan minuman yang tersedia di sini dengan harga yang tidak terlalu mahal. Namun untuk dapat membeli makanan dan minuman di aera Floating Market, kita diharuskan menukarkan uang tunai kita dengan token yang tersedia mulai dari pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, hingga Rp 50.000. Akan tetapi terkadang (tidak terlalu sering) masih ada saja penjual yang menerima pembayaran berupa uang tunai dari pembeli, yang mana hal ini sebenarnya merupakan pelanggaran yang jika diketahui pihak pengelola Floating Market mereka dapat ditindak tegas, karena jika mereka menerima pembayaran secara tunai maka pihak pengelola Floating Market tidak menerima komisi dari penjualan makanan dan minuman tersebut ..hehehe..

Daya tarik lainnya dari tempat ini adalah adanya danau yang bersih dan indah di mana para pengunjung juga dapat melakukan olah raga air seperti mendayung, mencoba sepeda air, dan sebagainya. Para pengunjung dapat duduk-duduk di kursi yang disediakan di sekitar danau untuk sekedar menikmati pemandangan indah sambil menghirup udara segar dari angin yang berhembus sejuk melewati danau.

Floating Market terletak di Jalan Grand Hotel Lembang, yang berlokasi tepat di belakang Grand Hotel Lembang. Tempat ini buka dari pukul 9 pagi hingga 8 malam setiap harinya.

Nomor telepon Floating Market adalah 022-2787766.

  1. Dusun Bambu

Tempat wisata di Lembang Bandung lainnya yang cukup menarik adalah Dusun Bambu, yang terletak di wilayah Cisarua. Sekilas konsep Dusun Bambu cukup mirip dengan Floating Market di Lembang. Di sini juga kita dapat menemukan danau yang ukurannya lebih kecil, dan juga wisata kuliner. Namun sayangnya variasi makanan dan minuman yang dijual di Dusun Bambu tidak selengkap dan sebanyak di Floating Market, juga harganya tidak semurah yang di Floating Market.

Daya tarik tempat ini adalah adanya hotel yang cukup eksotis yang berada tepat di dalam kompleks Dusun Bambu. Bila anda yang berasal dari kota besar dan sudah merasa sumpek selalu dikelilingi hutan beton, sudah saatnya anda mencoba kembali kea lam dengan menginap di hotel yang berada di Dusun Bambu ini. Dijamin anda akan merasa segar dan relax kembali karena selain udaranya yang sejuk dan segar, di sini anda pun hanya dikelilingi pepohonan yang cukup tinggi sehingga menimbulkan kesan sedang berada di dalam hutan.

Bagi anda yang menyukai wisata alam, di sini pun anda dapat berfoto ria atau sekedar ber-selfie di sektiaran kebun bunga yang sangat cantik. Keistimewaan kebun bunga di sini adalah adanya parit kecil yang mengalir membelah kebun bunga tersebut. Kalau anda memutuskan untuk menginap di sini, jangan kuatir dengan makanan, karena di sini pun tersedia supermarket yang menyediakan aneka makanan dan minuman, juga di sini pun tersedia restoran yang cukup indah yang terletak tepat di seberang danau sehingga anda dapat bersantap sambil menikmati pemandangan di sekitar danau. Sungguh pemandangan yang sangat romantis!

Akses termudah untuk menuju ke tempat ini dari daerah Lembang adalah melalui jalan Kolonel Masturi. Sedangkan jika anda datang dari arah Bandung, anda harus masuk ke jalan Sersan Bajuri yang terletak tepat di seberang terminal Ledeng.

Tempat ini buka dari pukul 8 pagi hingga 9 malam setiap harinya.

Nomor telepon Dusun Bambu adalah 022-82782020.

Ketika artikel ini dibuat, tiket masuk wisatawan lokal dan asing adalah sama, yaitu Rp 25.000 per orang, sedangkan tiket masuk kendaraan roda empat adalah Rp 15.000.

  1. Curug Cimahi

Curug Cimahi atau yang disebut juga dengan Rainbow waterfall atau air terjun pelangi ini berlokasi sangat dekat dengan Dusun Bambu, yaitu hanya sekedar 500 meter atau 5 menit berkendara dari dalam lokasi Dusun Bambu. Jika anda menyukai wisata alam nan eksotis, maka anda tidak boleh melewatkan kunjungan ke Curug Cimahi. Air terjun ini walau masih perawan, namun akses menuju ke dasar air terjun kini sudah dipermudah dengan adanya perbaikan tangga dan adanya pegangan anak tangga (handle) yang memudahkan kita tatkala menuruni atau menaiki anak tangga menuju ke air terjun.

Tinggi air terjun ini adalah sekitar 87 meter. Sedangkan untuk menuju ke dasar air terjun kita diharuskan menuruni nyaris sekitar 600 anak tangga. Jadi apabila anda merasa sedang kurang fit, sangat disarankan untuk tidak turun terlalu jauh karena apabila anda turun terlalu jauh menuju ke dasar air terjun, alhasil anda akan menemui kesulitan ketika menaiki anak tangga kembali. Nyaris seluruh pengunjung yang menuruni anak tangga hingga ke dasar dapat dipastikan akan basah kuyup oleh keringat ketika naik kembali ke atas!

Jika anda ke Curug Cimahi sekitar jam 3 hingga 4 sore yang cerah (tidak hujan), maka anda akan berkesempatan bertemu dengan segerombolan kera-kera liar jenis makaka ekor panjang. Mereka sebenarnya terdiri dari 2 atau 3 kelompok besar, dan mereka selalu menunjukkan diri sekitar jam 3 atau 4 sore karena menunggu jam makan mereka dari seorang Bapak yang baik hati yang selalu berkunjung setiap harinya untuk membagikan makanan gratis kepada kera-kera ini. Sungguh merupakan hiburan tersendiri melihat kera-kera ini berebut makanan dengan sigapnya ketika jam makan tiba! Satu tips di sini, jangan pernah mengganggu atau menyentuh kera-kera tersebut agar anda tidak digigit!

Tempat wisata ini buka dari pukul 7 pagi hingga 5.30 sore setiap harinya. Namun tempat ini selalu ditutup untuk umum ketika hujan lebat. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari bahaya longsor yang kerap terjadi di tempat ini ketika musim hujan tiba. Sehingga penulis sarankan jika kalian ingin berkunjung ke tempat-tempat wisata di Lembang Bandung seperti Tangkuban Perahu, Floating Market, dan Curug Cimahi, sangat disarankan untuk berkunjung ke Curug Cimahi dahulu di pagi hari ketika hari cerah untuk mengantisipasi turunnya hujan lebat yang biasanya terjadi di siang dan sore hari.

Tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah Rp 15.000 per orang sedangkan untuk wisatawan asing adalah Rp 25.000 per orang.

  1. Kampung Daun Café and Gallery

Tempat wisata di Lembang yang satu ini sebenarnya bukanlah tempat wisata, namun sebuah café (restoran) yang konsepnya dibuat semenarik mungkin sehingga menyerupai hutan. Bagi anda yang berasal dari kota besar seperti Jakarta, Singapura, Malaysia, atau Surabaya, di mana pemandangan sehari-hari adalah memandang hutan beton, maka bertandang dan bersantap di tempat ini tidak hanya mengenyangkan perut, tapi juga sangat menentramkan hati dan pikiran dengan suasana yang sangat sejuk, tenang, dan tradisional serta romantis.

Sebenarnya saat yang terbaik untuk bersantap di tempat ini adalah di waktu malam sehingga unsur romantisme semakin terasa kental dengan lampu-lampu berbentuk bintang dan bulan sabit bertebaran di setiap sudut, ditambah dengan api unggun di beberapa tempat.

Adapun menu yang patut dicoba di sini adalah paket nasi liwet untuk dua orang yang berada di kisaran harga Rp 150 ribuan untuk dua orang, sudah termasuk nasi liwet kastrol, ayam, sayur-sayuran, dan sambal yang ditata di atas nampan sedemikian rupa sehingga terlihat sangat menarik dan menggugah selera! Menu lainnya yang patut anda coba adalah ikan gurame goreng terbang atau bakar cobek atau bumbu rujak di kisaran harga Rp 80 ribuan hingga Rp 90 ribuan per ekornya. Sedangkan minuman  tradisional khas Jawa Barat yang patut anda coba adalah sekoteng, bandrek, air kelapa segar yang disajikan langsung bersama kelapa utuhnya.

Karena tempat ini sangat popular di antara para wisatawan asing dan domestik, jika anda bertandang ke tempat ini di saat liburan tiba, usahakan untuk tiba tidak lebih dari pukul 12 siang untuk menghindari adanya waiting list yang lamanya bisa mencapai 90 menit untuk tiba di giliran kita!

Akses untuk menuju ke tempat ini gratis, kita hanya diminta untuk membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp 10.000 untuk bis pariwisata.

Nomor telepon Kampung Daun adalah 022-2787915.

Tempat ini buka dari pukul 11 siang hingga 11 malam.

  1. Farm House

Sejak tempat wisata yang satu ini dibuka sekitar 2 tahun yang lalu, nyaris selalu terlihat antrian kendaraan panjang yang mengular panjang bahkan sebelum tempat ini dibuka untuk umum pukul 9 pagi! Tempat wisata yang satu ini terletak di jalan Setiabudi, sebelum memasuki jalan raya Lembang. Namun sangat disayangkan satu-satunya kelemahan tempat ini adalah terbatasnya lahan parkir yang tersedia sehingga para pengunjung yang tiba sedikit siang saja sudah tidak kebagian tempat parkir sehingga harus memarkir kendaraannya di lahan penduduk yang berada di sekitar Farm House yang kerap kali meminta ongkos parkir yang tidak murah!

Adapun daya tarik utama tempat ini sebenarnya adalah rumah hobbit yang menjadi ajang tempat selfie favorit di antara para pengunjung. Bagi yang ingin mencoba kostum dari negeri Belanda, di sini pun kalian dapat mencoba untuk menyewa kostum dan berfoto ria. Di sini pun tersedia kebun binatang mini yang berisi ungags, kambing, dan kelinci di mana para pengunjung diijinkan untuk berfoto bersama atau juga mengelus-elus hewan-hewan ternak tersebut.

Sebenarnya lahan di mana Farm House itu berada tidak begitu luas, sehingga kerap kali terasa sangat sempit dan penuh sesak dengan pengunjung, terutama di kala liburan tiba. Dikarenakan antrian kendaraan y ang selalu mengular panjang ke tempat ini nyaris di setiap hari liburan tiba, sangat disarankan untuk sudah tiba di pintu masuk paling lambat pukul 8 pagi.

Nomor telepon Farm House adalah 022-82782400. Harga tiket masuk adalah Rp 25.000 per orang.

Tempat ini buka dari pukul 9 pagi hingga 8 malam.

  1. The Amazing Art World

Tempat wisata yang satu ini sebenarnya terletak di jalan Setiabudi, sebelum memasuki area Lembang. Namun bagi mereka yang berniat pergi ke Lembang lewat jalur jalan Setiabudi, sudah pasti dipastikan akan melalui tempat yang baru dibuka setahun yang lalu ini.

Bagi kalian yang senang berselfie, maka kalian wajib mengunjungi tempat yang satu ini. Di sini kalian dapat menjumpai aneka objek foto 3 dimensi yang sangat menarik yang dibuat oleh seniman luar negeri. Harga tiket masuk pun dipatok sedikit lebih tinggi dari tempat wisata di Lembang Bandung lainnya.

  1. Jendela Alam

Terletak di jalan Sersan Bajuri, tempat wisata alam ini menyuguhkan wisata edukasi alam yang sangat cocok bagi anak-anak dan keluarga. Berkonsep seperti kebun binatang mini dan pertanian, di sini kita akan belajar bagaimana bercocok tanam yang baik dan kita juga akan diajari beragam jenis tanaman obat dan binatang.

Alamat : Komp.Graha Puspa, Jl.Sersan Bajuri KM 45
Nomor Telepon : 022-2788482
Jam Buka  dari hari Senin hingga Minggu mulai pukul  9 pagi hingga 5 sore.
Tiket masuk adalah sebesar Rp 15.000 per orang.

  1. Sari Ater Hot Spring Resort

Sesuai dengan namanya, maka tempat ini merupakan tempat air panas alami yang berasal dari aktivitas gunung berapi. Tempat wisata yang satu ini terletak tidak jauh dari gunung Tangkuban Perahu. Anda hanya perlu berkendara ke arah Subang dari Gunung Tangkuban Perahu selama sekitar 30 menit (dalam keadaan lalu lintas lancar). Mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Tangkuban Perahu pasti juga akan berkunjung ke wisata air panas alami ini. Karena tempat ini buka 24 jam, akan lebih baik jika kita berkunjung ke tempat ini di waktu sore sesudah Tangkuban Perahu tutup atau di pagi hari sebelum Tangkuban Perahu buka. Hal ini untuk menghindari membludaknya pengunjung, khususnya pada akhir pekan atau hari libur yang nyaris selalu membanjiri tempat ini.

Terkadang para turis pun mengunjungi tempat ini di malam hari sehingga sensasi berendam di air panas terasa lebih nikmat di tengah udara pegunungan yang sejuk!

Jika anda berniat untuk refreshing atau sekedar relaksasi, tidak ada salahnya untuk juga bermalam di tempat ini sehingga anda bebas untuk pergi berendam di air panas kapan pun anda mau, termasuk juga di malam hari.

Namun jika anda kebetulan berada di Bandung ketika liburan panjang tiba, seperti libur Idul Fitri (Lebaran) atau Natal atau Tahun Baru, maka kemacetan panjang yang dimulai dari sekitar Sari Ater hot spring resort sudah mulai terasa sehingga waktu tempuh yang biasanya hanya sekitar 30 menit ke Tangkuban Perahu dapat memakan waktu hingga 4 jam lamanya! Jadi jika anda tidak ingin mengalami hal serupa, sangat tidak disarankan untuk bertandang ke daerah tersebut di kala liburan panjang tiba.

Tempat wisata di Lembang yang satu ini memang menjadi tempat favorit bagi banyak pengunjung karena air panas di tempat ini dipercaya mengandung banyak unsur alami yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama kulit anda, seperti belerang, kalium, kalsium, besi, fosfor, dan lain sebagainya.

Namun jika anda mengidap penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, jantung, atau sedang mengandung, anda tidak direkomendasikan untuk berendam di air panas tersebut karena ditengarai dapat berakibat kurang baik bagi kesehatan anda. Juga bagi para pengunjung yang sehat, tidak disarankan untuk berendam terlalu lama di air panas. Waktu yang disarankan adalah tidak lebih dari 30 menit saja, atau sekitar 15 menit. Jika anda ingin berendam lebih lama, anda sebaiknya keluar kolam dulu dan dibasuh dengan air yang lebih hangat (dengan suhu yang lebih dingin) sebelum memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kolam air panas. Hal ini dikarenakan suhu air di kolam yang dapat mencapai sekitar 40 derajat Celsius dirasa terlalu panas bagi tubuh kita sehingga kurang baik apabila kita berendam terlalu lama di dalamnya.

Di sini juga tersedia kolam rendam pribadi yang tersedia dalam kamar-kamar yang berukuran lebih kecil sehingga untuk menjaga privasi.

Jika anda ingin ke kamar kecil di tempat ini, anda diharuskan untuk membayar Rp 2.000 per orang.

Tiket masuk ke tempat ini adalah Rp 32.000 per orang, dan tiket masuk mobil adalah Rp 30.000. Namun harga tiket masuk tersebut tidak termasuk tiket untuk berendam di kolam rendam pribadi. Untuk berendam di kolam umum adalah gratis. Bagi yang ingin dipijat, di sini pun tersedia banyak tukang pijat pria yang dapat memijat kaki dan tubuh anda di sekitara kolam rendam gratis dengan biaya sekitar Rp 40.000 untuk sekitar 20 hingga 30 menit.

  1. Sapu Lidi Resort

Terletak sangat dekat dengan Kampung Daun Café & Gallery, Sapu Lidi pun sebenarnya adalah sebuah café (restoran) yang memiliki konsep kuliner tradisional. Jadi bila anda sudah pernah berkunjung ke Kampung Daun dan ingin menikmati sensasi makan di tengah sawah atau dengan suasana pedesaan (kampung) lainnya, anda dapat bertandang ke Sapu Lidi dan mencoba kuliner di sini.

Makanan di sini disajikan dengan sangat menarik, yaitu disajikan di atas katel penggorengan beralaskan daun. Untuk menambah kesan romantis, anda dapat memilih untuk bersantap di dekat sawah yang cukup banyak tersedia di tempat ini. Perabotan di tempat ini pun terlihat sangat indah dan antik yaitu terbuat dari kayu-kayu ukiran tradisional.

  1. Punclut Ciumbuleuit

Untuk menuju ke tempat ini dari Lembang adalah dari jalan Cijeruk, Lembang. Punclut sebenarnya adalah suatu daerah yang terbentang antara jalan Ciumbuleuit, Bandung, yang menembus hingga jalan Cijeruk di Lembang. Biasanya saat musim liburan tiba, untuk menghindari kemacetan parah di sepanjang jalan Setiabudi, sebagian wisatawan lebih memilih untuk menggunakan akses jalan Punclut ini untuk menuju ke Lembang sehingga tidak akan terjebak dengan kemacetan yang parah, terutama di siang hingga sore hari.

Namun hal yang sangat disayangkan adalah penerangan yang sangat minim di sepanjang Punclut ini sehingga para pengemudi disarankan untuk ekstra berhati-hati ketika berkendara melalui daerah ini di malam hari. Karena jalan yang sangat sempit dan lumayan terjal di Punclut ini, maka akses jalan ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan mobil biasa saja. Sedangkan kendaraan yang berukuran lebih besar seperti Isuzu Elf dan bis pariwisata sangat tidak disarankan untuk melalui jalan ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun daya tarik tempat wisata ini sebenarnya adalah pemandangan malam kota Bandung yang dapat terlihat sangat jelas dari arah perbukitan Punclut, terutama di saat langit cerah. Hal ini pula lah yang membuat Punclut menjadi salah satu tempat paling romantis di kota Bandung.

Daya tarik lainnya dari tempat ini adalah banyaknya rumah makan yang berjejeran di sepanjang jalan di Punclut ini, yang kesemuanya menjajakan menu yang seragam, yaitu kuliner Sunda, seperti ayam dan ikan goreng atau bakar, nasi goreng, nasi timbel, lalaban, air kelapa segar, belut goreng, udang goreng, dan tidak ketinggalan tentunya petai dan sambal terasi. Kelihatannya sangat sederhana. Namun terasa sangat nikmat tatkala disantap di tengah udara yang sejuk sambill menikmati lembah yang terletak di bawah restoran sambil menikmati pemandangan malam kota Bandung yang indah di kejauhan dengan lampu kelap-kelip.

  1. Observatorium Bosscha

Sesuai dengan namanya, maka ini adalah pusat observatorium untuk melihat benda-benda angkasa luar, seperti planet, bintang, bulan, dan meteor. Didirikan pada saat penjajahan Hindia Belanda (pada tahun 1923) oleh seorang Belanda bernama Bosscha. Jika anda ingin bertandang ke tempat ini, anda diharuskan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Sebagai pusat peneropong bintang tertua di Indonesia, tempat ini kerap ramai dikunjungi oleh siswa siswi dalam rombongan besar.

Alamat : Jl.Peneropong Bintang, Lembang (akses dari jalan Setiabudi, Bandung).
Nomer Telepon : 022-2786027
Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 1 siang.
Harga Tiket Masuk : Mulai Rp.7.500

Jadi apabila anda bermaksud untuk mengunjungi tempat wisata di Lembang Bandung, jangan ragu untuk menggunakan jasa sewa rental mobil Bandung.

 

 

 

 

Write your comment Here

Rental Mobil Bandung | Sewa Mobil Murah di Bandung | BandungHoliday.org
Assign a menu in the Left Menu options.
Assign a menu in the Right Menu options.